Tetes terakhir…

3 11 2008

Aphrodite,

Saraswati,

Helena,

sepanjang sejarah,

setangkap cerita pengantar tidur,

atau cerita suci di kuil dan biara,

betapa sucinya perempuan, betapa sucinya kelembutan..

Maria Magdalena,

Siti Khadijah,

sepanjang sejarah,

betapa raga kuasa lelaki,

adalah tanpa perempuan, tanpa perjuangan..

Dan kini,

ketika cercah-cercah sampah uang kertas mengotori bumi,

seolah semua tinggalah cerita rakyat,

seolah semua tinggalah cerita pengantar tidur..

Cinta,

ciuman,

liar seks bebas,

tubuh indah itu pun tanpa arti lagi..

Tak ada apa,

tangan-tangan bau lelaki,

mengoyak-oyak kelembutan surga tubuh perempuan,

mencucup lega nikmat kelamin perempuan,

hujan sperma,

kesucian adalah dongeng…

Kenapa?

Tapi biarlah,

seandainya skenario Tuhan adalah Maha Karya dari Maha Drama kehidupan,

masih pantas untuk menarik sesungging senyum syukur,

karena Tuhan belum memusnahkan Kasih,

belum memusnahkan cinta dari bumi yang busuk dan becek ini..

Semarang, 04 November 2008





Dan itu adalah..

3 11 2008

Tuhan,

Kasih,

perempuan,

laki-laki,

seks,

hidup..

Lembut,

tangis,

senyum,

syukur..

Bukan soal hitam atau putih,

hanya sebuah pencarian,

akan Maha Kasih,

yang tersembunyi dalam lembar demi lembar,

Maha Tabir Sang Maha Misteri ..

Dan kita,

sungguh sangat tidak pantas,

memuntahkan setumpah benci,

segumpal kotoran mahluk : kesombongan..

Jika Masjid, Gereja, Sinagoge, Kuil,

adalah indah ukir pintu Kasih Tuhan,

dan Al Qur`an, Injil, Talmud, adalah mars langkah tegak raga keimanan,

maka sungguh Kasih, sungguh Cinta,

adalah semangkuk nasi, sepotong roti, dan segelas susu hangat,

bagi raga kehidupan….

Dan darah,

adalah suci,

sesuci teriak sumpah Illahi para ksatria perang salib,

sesuci teriak takbir penjaga-penjaga asa tanah Palestina,

sesuci tangis bayi dari lubang vagina bercurah darah…

Semarang, 04 November 2008





Tuhan

3 11 2008

Adakah penting,

dosa dan pahala..

Adakah penting,

sujud dan umpatan..

Adakah beda,

lantun Alkitab, dengan erangan orgasme..

Adakah beda,

manis khotbah, dengan masamnya bualan..

Tuhan,

sesungguhnya aku tidak pernah berharap banyak hal,

aku tidak pernah membayangkan rumitnya hidup,

atau payahnya neraka,

aku hanya ingin bercinta dengan-Mu…

Aku hanya ingin sehirup segar,

nafas kasih-Mu yang tanpa batas..

Karena,

dunia ini terlau busuk, terlalu hina…

Seperti hina dan busuknya tubuh yang penuh nanah dosa…

Karena,

adalah kasih-Mu, satu-satunya alasan mengapa Engkau mencipta..

Semarang, 04 November 2008





Hanya Dunia..

3 11 2008

Andai saja aku harus peduli,

maka lebih baik aku mati..

Dunia ini terlalu pahit untuk dikecap,

dan cinta terlalu manis untuk dijual..

Sukses,

banyak manusia gila karenanya : uang, kemewahan, jabatan, seks ..

Tak ada yang lebih palsu,

dari kebenaran dunia..

Tak ada yang lebih suci,

dari murninya cinta..

Seringkali,

kepedulianlah yang  membuat kita gila,

kita terlalu peduli dengan apa itu shaleh, apa itu benar, dan apa itu sukses..

Terlalu rumit untuk dipikirkan,

terlalu klise untuk dijadikan ceramah atau khotbah..

Adakah yang lebih sejuk,

selain angin cinta?

Sekali lagi,

angin cinta,

bukan badai seks..

Semarang, 04 November 2008








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.