Aphrodite,
Saraswati,
Helena,
sepanjang sejarah,
setangkap cerita pengantar tidur,
atau cerita suci di kuil dan biara,
betapa sucinya perempuan, betapa sucinya kelembutan..
Maria Magdalena,
Siti Khadijah,
sepanjang sejarah,
betapa raga kuasa lelaki,
adalah tanpa perempuan, tanpa perjuangan..
Dan kini,
ketika cercah-cercah sampah uang kertas mengotori bumi,
seolah semua tinggalah cerita rakyat,
seolah semua tinggalah cerita pengantar tidur..
Cinta,
ciuman,
liar seks bebas,
tubuh indah itu pun tanpa arti lagi..
Tak ada apa,
tangan-tangan bau lelaki,
mengoyak-oyak kelembutan surga tubuh perempuan,
mencucup lega nikmat kelamin perempuan,
hujan sperma,
kesucian adalah dongeng…
Kenapa?
Tapi biarlah,
seandainya skenario Tuhan adalah Maha Karya dari Maha Drama kehidupan,
masih pantas untuk menarik sesungging senyum syukur,
karena Tuhan belum memusnahkan Kasih,
belum memusnahkan cinta dari bumi yang busuk dan becek ini..
Semarang, 04 November 2008