Filsafat

Lucu. Saya punya banyak teman. Ada yang concern dengan hal-hal ilmiah, ada yang logis, ada yang agamis, ada yang kaku, ada yang nakal, dan lainnya. Saya jadi berpikir, kenapa ada begitu banyak karakter? Di situlah lucunya, kenapa saya menanyakan sesuatu yang tidak perlu ditanyakan, karena kita dicipta untuk saling mengenal dan melengkapi, titik.
Adalah sebenarnya orang paling beruntung yaitu orang yang sering memikirkan hal-hal gila dan diluar kebiasaan yang dilakukan oleh banyak orang. Bagi teman-teman yang kuliah atau sibuk di dunia ilmiah dan exacta, adalah menganggap bodoh kalau mereka menjumpai orang yang begitu gemar dengan buku-buku semacam Kahlil Gibran atau Jalaludin Rumi. Bagi mereka, APA akan dicari dengan angka : 1, 2, 3; dan dengan formula-formula matematis.
Atau bagi teman-teman yang logis, adalah hukum sebab-akibat menjadi firman bagi Tuhan paradigma dalam otak mereka. Namun, benarkah semua itu?
Sebenarnya tidak benar atau salah. Masalah intinya adalah manusia butuh kepuasan, manusia butuh orgasme yang nikmat, yang menyegarkan. Ada yang puas mencari jawaban dari apa dengan angka, ada yang mengerang nikmat dengan jawaban-jawaban materialis, dan ada yang sakaw karena gila tentang ada dan tiada, hampa dan berisi : FILSAFAT.
Kenapa jadi begitu menarik? Bagi saya, pemahaman tentang hidup, tentang dunia, kalau hanya sebatas angka, sebatas rumus-rumus fisika dan sejenisnya, sebatas ukuran materi, maka ibarat pemahaman setingkat taman kanak-kanak atau sekolah dasar. Pemahaman tanpa batas tentang apa hanya bisa dijangkau dengan berpikir tanpa batas, dengan berpikir bahwa kenikmatan yang paling nikmat di alam semesta ini adalah bercinta dengan Tuhan, menyibak setitik demi setitik Maha Tabir Maha Rahasia keindahan Tuhan, walau mungkin tidak akan pernah mencapai orgasme pemahaman.
Lalu mana yang terbaik? Sudah saya bilang, tak ada yang baik dan buruk. KITA DICIPTA UNTUK SALING MENGENAL DAN MELENGKAPI, TITIK

2 responses

19 10 2008
someone

biarlah kita gila karena keingintahuan,
biarlah kita gila karena begitu terangsang membayangkan indahnya Tuhan,
biarlah kita gila karena godaan penuh hasrat dari liang misteri yang basah,
basah oleh cairan pemikiran yang lengket dan selalu ingin di puaskan…
biarlah kita gila,
gila, gila dan gila…
karena sungguh tak ada yang bisa sedikitpun meraba,
seberapa indahnya Tuhan itu…
Dia lah Sang Pemilik Keindahan Sejati,
dan Dia lah Keindahan Sejati itu…
tak pantas bagi kita untuk gila pada keindahan kecil,
keindahan yang teramat kecil : dunia……

20 10 2008
mega

wa..udah bikin baru blog baru ik…

Aq ngisi di filsafat aja ah….

lain kali lanjut lagi
cuman mampir lom sempet baca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.